Bedah Jurnal: Siapkah Mahasiswa Menggunakan AI untuk Belajar Pemrograman Web?

Siapkah Mahasiswa Menggunakan AI untuk Belajar Pemrograman Web

Topik: Kecerdasan Buatan (AI), Pemrograman Web, Model Penerimaan Teknologi (TAM)

Identitas Jurnal

  • Judul Asli: Analisis Penerimaan Teknologi Kecerdasan Buatan dalam Pembelajaran Pemrograman Web: Pendekatan Model Penerimaan Teknologi
  • Penulis: Muhammad Trio Maulana Putra, Irma Nuur Rochmah, Nurul Laili Sa’adah, Sabar, Nitta Puspita Sari
  • Jurnal: Jurnal Ilmiah Edutic: Pendidikan dan Informatika (Vol. 12, No. 1, 2025)
  • Kata Kunci: Kecerdasan Buatan, Pemrograman Web, TAM, Persepsi Mahasiswa.

1. Latar Belakang: AI di Ruang Kelas Digital

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Artificial Intelligence (AI) tidak lagi hanya menjadi tren, melainkan kebutuhan di dunia pendidikan. Pemrograman web, yang dikenal memiliki tingkat kesulitan logika yang cukup tinggi, menjadi salah satu bidang yang paling terdampak oleh kehadiran alat-alat berbasis AI.

Pertanyaan mendasar yang dijawab dalam penelitian ini adalah: Bagaimana sebenarnya mahasiswa menerima teknologi AI ini? Apakah mereka merasa terbantu, atau justru merasa kesulitan dalam mengadopsinya?

2. Metodologi: Mengukur Penerimaan dengan Model TAM

Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebar survei kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi. Kerangka analisis yang digunakan adalah Technology Acceptance Model (TAM), yang berfokus pada tiga variabel utama:

  1. Perceived Ease of Use (PEU): Persepsi tentang kemudahan penggunaan.
  2. Perceived Usefulness (PU): Persepsi tentang kegunaan/manfaat.
  3. Intention to Use (IU): Niat untuk terus menggunakan di masa depan.

3. Temuan Utama: Skor Tinggi untuk Efektivitas

Hasil analisis menunjukkan angka-angka yang sangat positif dari 47 responden mahasiswa:

  • Kemudahan (PEU): Mahasiswa merasa bahwa alat-alat AI dalam pemrograman web mudah dipahami dan dioperasikan tanpa hambatan teknis yang berarti.
  • Kegunaan (PU): AI dianggap sangat membantu dalam mempercepat penyelesaian tugas dan mempermudah pemahaman konsep pemrograman yang abstrak.
  • Niat (IU): Terdapat motivasi yang kuat di kalangan mahasiswa untuk terus mengintegrasikan AI dalam proses belajar mereka ke depannya.

4. Tantangan dan Etika: AI Bukan Segalanya

Meskipun hasilnya positif, bedah jurnal ini juga menyoroti poin kritis yang sangat penting: AI hanyalah alat bantu.

Mahasiswa dan peneliti sepakat bahwa meskipun AI meningkatkan efisiensi, pembelajaran konvensional (tatap muka dengan dosen) tetap diperlukan untuk memberikan pemahaman materi secara utuh dan mendalam. Penggunaan AI tanpa dasar teori yang kuat dikhawatirkan hanya akan membuat mahasiswa menjadi “tukang salin kode” tanpa memahami logika di baliknya.

5. Kesimpulan & Rekomendasi

Penelitian ini menegaskan bahwa mahasiswa masa kini sudah siap dan sangat terbuka terhadap penggunaan AI dalam pembelajaran teknis. Namun, tantangan bagi institusi pendidikan ke depannya adalah bagaimana menyusun kurikulum yang bisa menyelaraskan kemampuan AI dengan kemampuan berpikir kritis mahasiswa.

Rekomendasi Peneliti: Institusi pendidikan perlu terus memantau penggunaan AI agar tetap berada pada jalur etis dan efektif, serta mengkombinasikannya dengan strategi pengajaran yang inovatif agar motivasi belajar mahasiswa tetap terjaga.

Referensi: Putra, M. T. M., dkk. (2025). Analisis Penerimaan Teknologi Kecerdasan Buatan dalam Pembelajaran Pemrograman Web: Pendekatan Model Penerimaan Teknologi. Jurnal Ilmiah Edutic, 12(1), 22-28.

Bagikan Artikel

Leave a Reply