Siapkan Inovasi dan Jaga Karakter Santri, Institut Teknologi Mojosari Lepas Mahasiswa PKL dan PLP 2026

MOJOSARI – Institut Teknologi Mojosari (ITM) secara resmi menggelar acara Pembekalan dan Pemberangkatan mahasiswa untuk program Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) tahun 2026. Acara yang berlangsung khidmat di aula kampus ini dihadiri oleh jajaran pimpinan, dosen pembimbing, serta ratusan mahasiswa yang siap diterjunkan ke berbagai instansi dan sekolah mitra.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal akhir, baik secara teknis maupun mental, sebelum mahasiswa berinteraksi langsung dengan dunia kerja dan dunia pendidikan. Dalam rangkaian acara tersebut, beberapa pimpinan memberikan poin-poin arahan strategis yang menjadi pedoman utama bagi mahasiswa selama bertugas di lapangan.

PKL dan PLP sebagai Gerbang Penelitian

Dalam sambutannya, Bapak Mas’ut memberikan perspektif akademik yang mendalam. Beliau menekankan bahwa PKL dan PLP tidak boleh hanya dipandang sebagai syarat kelulusan semata, melainkan harus dimanfaatkan sebagai laboratorium nyata.

“Jadikan masa PKL dan PLP ini sebagai peluang emas untuk melakukan analisa mendalam di lapangan. Temukan masalah yang ada di tempat kalian bertugas, lalu jadikan itu sebagai inspirasi untuk menemukan topik penelitian atau skripsi yang relevan dan solutif,” tegas Pak Mas’ut. Beliau berharap mahasiswa ITM pulang membawa ide-ide segar yang berbasis pada kebutuhan riil masyarakat dan industri.

Menjaga Identitas Santri di Dunia Profesional

Pesan mengenai karakter dan etika disampaikan dengan sangat menyentuh oleh Ning Fatimatuz Zahro. Sebagai institusi yang memiliki akar nilai yang kuat, beliau mengingatkan agar mahasiswa tetap memegang teguh identitas mereka selama berada di lingkungan baru.

“Di mana pun kalian ditempatkan, tetaplah menjaga sikap tawadhu. Dunia profesional memang menuntut kecerdasan, tetapi adab dan karakter santri harus tetap melekat. Jaga identitas santri kalian dengan menunjukkan perilaku yang santun, rendah hati, dan penuh integritas,” pesan Ning Fatimatuz Zahro. Hal ini ditekankan agar mahasiswa ITM tidak hanya dikenal karena kemampuannya, tetapi juga karena kemuliaan akhlaknya.

Membangun Jaringan dan Profesionalisme

Melengkapi pembekalan tersebut, Bapak Wardi menyoroti aspek relasi dan kepatuhan terhadap aturan kerja. Beliau menekankan bahwa PKL dan PLP adalah waktu terbaik untuk mulai membangun portofolio jaringan profesional.

“Jaringlah komunikasi dengan baik dengan pihak tempat PKL maupun PLP. Bangun relasi yang positif sejak dini karena koneksi ini bisa menjadi investasi berharga bagi karier kalian di masa depan,” jelas Pak Wardi.

Selain soal komunikasi, beliau juga mewanti-wanti mahasiswa untuk selalu tunduk pada aturan yang berlaku. “Saya minta kalian tetap mengikuti seluruh prosedur yang ditetapkan oleh instansi penerima. Jaga etika profesi kalian, datanglah tepat waktu, dan tunjukkan tanggung jawab penuh terhadap tugas yang diberikan,” tambahnya.

Simbolis Pemberangkatan

Acara diakhiri dengan prosesi pemberangkatan secara simbolis. Raut wajah penuh semangat terlihat dari para mahasiswa yang akan segera berangkat menuju lokasi penempatan masing-masing. Dengan pembekalan yang komprehensif ini mulai dari aspek analisis akademik, penguatan karakter santri, hingga etika profesionalisme Institut Teknologi Mojosari optimis bahwa mahasiswanya akan memberikan kontribusi positif dan membawa nama baik almamater di tengah masyarakat.

Diharapkan, melalui program PKL dan PLP ini, mahasiswa dapat menyerap ilmu praktis sebanyak-banyaknya sekaligus menjadi duta ITM yang inspiratif di dunia kerja dan pendidikan.

Bagikan Artikel

Leave a Reply